BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di SMPN 1 Banyuwangi dihentikan sementara. Keputusan itu diambil sekolah setelah evaluasi menunjukan sekitar 50 persen makanan dari program tersebut tidak habis dikonsumsi siswa.
Penghentian dilakukan untuk mencegah pemborosan makanan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program agar lebih efektif.
Humas SMPN 1 Banyuwangi, Mazwin Mukaromah yang mewakili Kepala Sekolah Ali Mustofa mengatakan, pemantauan dilakukan pada pekan terakhir sebelum libur semester genap. Hasilnya, sisa makanan MBG mencapai sekitar 50 persen.
“Tingginya sisa makanan menjadi alasan utama penghentian sementara distribusi setelah tahun ajaran baru dimulai. Kami tidak ingin makanan terbuang percuma,” ujar Mazwin, Selasa (29/7/2026).
Pihak sekolah menduga salah satu penyebabnya adalah menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kelurahan Tamanbaru belum sepenuhnya cocok dengan selera sebagian siswa.
Sebelumnya, sekolah telah mengimbau siswa membawa lunchbox agar makanan yang tidak habis bisa dibawa pulang. Namun imbauan tersebut belum berjalan maksimal. Masih banyak siswa datang tanpa wadah makanan, sehingga sisa makanan tidak bisa dibawa pulang.
“Makanan yang dibawa pulang pun belum tentu dikonsumsi di rumah. Jadi upaya mengurangi pemborosan belum berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Meski dihentikan sementara, program MBG di SMPN 1 Banyuwangi belum dibatalkan. Sekolah berencana memulai kembali distribusi pada 3 Agustus 2026. Sebelum itu, sekolah akan memperkuat sosialisasi agar siswa terbiasa membawa lunchbox saat menerima makanan.
Jurnalis: Boby try
Editor: Diky Prasetyo












