MALANG, JEJARING INDONESIA – Wisuda atau acara pelepasan siswa kelas 6 di SDN 3 Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang dijadwalkan pada Sabtu (13/6/2026) mendatang terbilang unik. Acara kelulusan tahun ini tercatat hanya diikuti oleh dua orang siswa saja.
Meski minim peserta, pihak sekolah berkomitmen menciptakan kenangan yang tidak terlupakan bagi siswa dan orang tua mereka. Acara pelepasan untuk dua siswa bernama Achamad Wildan dan Choirul Anwar tersebut akan dikemas secara meriah lewat gelaran pentas seni. Pentas seni ini dinilai sebagai momen ajaib yang menggabungkan kreativitas, kerja keras, dan kebersamaan menjadi sebuah memori indah.
Kepala SDN 3 Sumberagung, Andika Tri Pamungkas, S.Pd.I., menerangkan bahwa penampilan kreativitas siswa nanti merupakan hasil kolaborasi dengan TK Dharma Wanita 2 Sumberagung. Acara ini juga melibatkan seluruh siswa di lembaga sekolah setempat.
Sejumlah tamu undangan dipastikan hadir, mulai dari Kepala Desa Sumberagung, Kepala TK Dharma Wanita 2, pihak TK Gunung Sudo, PAUD Ceria, hingga warga sekitar.”Untuk jumlah siswa SDN 3 Sumberagung mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 saat ini totalnya hanya ada 28 anak. Setelah dilepaskannya dua siswa kelas 6 nanti, berarti jumlah siswa kami tinggal 26 anak,” terang Andika saat ditemui pada Kamis (11/6/2026).
Menanggapi minimnya jumlah siswa, Kepala Sekolah asal Kabupaten Tulungagung ini mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa. Menurutnya, salah satu faktor utama penurunan ini adalah menyusutnya populasi anak usia tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut.
Meski memiliki keterbatasan jumlah murid, SDN 3 Sumberagung terbukti mampu mengukir prestasi gemilang.
Salah satu siswanya, Novalia Putri Bilqis, pernah menyabet juara 1 tingkat Kecamatan Sumbermanjing Wetan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk cabang olahraga Kids Atletik. Walau belum berhasil membawa pulang piala di tingkat Kabupaten Malang, pencapaian tersebut tetap menjadi kebanggaan besar karena proses perjuangan anak didik jauh lebih berharga daripada sekadar hasil akhir.
Di sisi lain, Andika mengaku sangat terbantu oleh kehadiran Taman Kanak-Kanak (TK) yang digagas langsung oleh Kepala Desa Sumberagung, Muzayid.
Baginya, TK merupakan lumbung utama penyerapan siswa baru bagi Sekolah Dasar.”Insyaallah, ada 7 murid dari TK Dharma Wanita 2 yang bakal masuk di kelas 1 SDN 3 Sumberagung tahun ini,” ucap Andika bersyukur.
Menutup wawancaranya, pria berkacamata tebal ini menegaskan komitmennya untuk tetap semangat mendidik meski di sekolah kecil. Ia mengibaratkan sekolah sebagai rumah yang harus dirawat semaksimal mungkin dalam kondisi apa pun.”Sebagai seorang guru, kita selalu memberikan yang terbaik untuk wali murid. Membangun kolaborasi yang kuat demi perkembangan anak, melalui perhatian, tindakan, dan komunikasi transparan agar potensi siswa bisa maksimal,” pungkasnya.
Jurnalis: H. Mansyur
Editor: Diky Prasetyo












