Pendaki Semeru Jalur Ilegal yang Terperosok Jurang 800 Meter Dievakuasi, Polisi Ingatkan Bahaya Jalur Purbakala

- Redaktur

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, JEJARING INDONESIA – Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru yang dilaporkan terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas melalui jalur ilegal Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menyelamatkan seluruh korban setelah operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari.

Korban diketahui bernama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18), yang melakukan pendakian bersama dua rekannya melalui jalur Purbakala pada Sabtu (30/5/2026). Jalur tersebut diketahui bukan jalur resmi pendakian menuju Gunung Semeru.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, ketiga pendaki berangkat tanpa didampingi pemandu dan tetap melanjutkan perjalanan meski telah mendapat peringatan dari penjaga kawasan untuk tidak menggunakan jalur tersebut.

“Korban bersama dua rekannya diketahui melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan,” ujar AKP Bambang, Sabtu (6/6/2026).

Peristiwa itu mulai diketahui keluarga setelah korban tidak dapat dihubungi. Pada Senin (1/6/2026), keluarga mendapat informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terjatuh ke jurang saat pendakian. Korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sebelum akhirnya komunikasi terputus.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, serta unsur kesehatan langsung melakukan pencarian di lokasi yang berada di kawasan lereng Semeru.

AKP Bambang menjelaskan medan yang dihadapi tim sangat berat karena lokasi korban berada di area jurang curam dengan akses terbatas.

“Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan dari dasar jurang,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara satu korban lainnya yang mengalami cedera patah kaki harus menjalani proses evakuasi lanjutan karena membutuhkan penanganan khusus.

Pada Jumat (5/6/2026), tim gabungan kembali bergerak menuju lokasi korban yang mengalami cedera. Setelah proses pengangkatan menggunakan tali dari dasar jurang, korban akhirnya berhasil dievakuasi menuju Pos Tamanbali, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading.

“Korban yang mengalami patah kaki berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat,” terang AKP Bambang.

Polres Malang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pendakian melalui jalur ilegal karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Kami mengingatkan para pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi, mematuhi aturan yang berlaku, dan mengutamakan keselamatan. Jalur ilegal memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi dan dapat membahayakan jiwa,” pungkas AKP Bambang.

 

Jurnalis: Hafid

Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru