MALANG, JEJARING INDONESIA – Polres Malang menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Semeru 2026 sebagai langkah mematangkan kesiapan personel sebelum pelaksanaan operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar di Mapolres Malang tersebut diikuti personel yang terlibat dalam Operasi Patuh Semeru 2026. Sebanyak 120 personel disiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi yang bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Malang.
Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando mengatakan Latpraops menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi, pola tindak, dan strategi pelaksanaan operasi di lapangan.
“Melalui Latpraops ini seluruh personel diberikan pembekalan terkait sasaran, cara bertindak, hingga pola penegakan hukum yang akan diterapkan selama Operasi Patuh Semeru 2026. Harapannya seluruh anggota dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur,” kata Kompol Bayu Marfiando, Jumat (5/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Semeru 2026 akan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan preventif yang didukung penegakan hukum melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta teguran simpatik kepada pelanggar.
Kompol Bayu menyebut operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas.
“Tujuan utamanya adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan Latpraops juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antar-satgas yang terlibat dalam operasi.
“Personel yang terlibat dibagi dalam beberapa satuan tugas, mulai dari satgas preemtif, preventif, penegakan hukum, lidik hingga bantuan operasi. Melalui latihan ini seluruh satgas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal,” jelas AKP Bambang.
Ia menambahkan, Operasi Patuh Semeru 2026 akan memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, hingga melebihi batas kecepatan.
“Kami berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan operasi ini dengan meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: Hafid
Editor: Diky Prasetyo












