Rumah Warga Singosari Meledak Saat Keluarga Berkumpul, Polisi Temukan Dugaan Mengejutkan

IMG-20260526-WA0042

Malang, Jajaring Indonesia – Dentuman keras mengguncang Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/5/2026) malam.

Sebuah rumah warga mendadak hancur akibat ledakan hebat yang diduga berasal dari bahan petasan.
Akibat kejadian tersebut, enam orang yang masih satu keluarga mengalami luka-luka. Satu korban bahkan mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuh.

Pantauan di lokasi, bangunan rumah mengalami kerusakan parah. Atap ambruk, tembok runtuh, dan material bangunan berserakan hingga ke halaman rumah warga sekitar. Polisi bersama tim INAFIS langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak malam hingga Senin pagi.
Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin membenarkan adanya peristiwa ledakan tersebut.

“Benar telah terjadi ledakan di sebuah rumah warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait sumber pasti ledakan,” ujar AKP Achmad Zainuddin.
Korban luka berat diketahui berinisial A (26), yang merupakan menantu pemilik rumah. Ia mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara korban lain yakni Y (52), N (25), M (15), K (3), dan F (10), mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ledakan terjadi kondisi rumah dalam keadaan normal. Sebagian penghuni berada di ruang tamu dan ruang keluarga, sedangkan salah satu anggota keluarga sedang memberi makan ternak di kandang.

“Tiba-tiba terdengar suara ledakan satu kali sangat keras. Setelah dicek, rumah sudah dalam kondisi rusak parah dan seluruh korban masih berada di posisi semula,” jelasnya.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan sterilisasi area serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Dari hasil awal olah TKP, polisi menduga ledakan berasal dari bahan petasan.
“Hasil sementara mengarah pada dugaan ledakan dari bahan petasan. Namun kami masih mendalami penyebab pastinya,” tegas AKP Achmad Zainuddin.

Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp125 juta. Hingga kini polisi masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan para saksi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan maupun merakit bahan petasan karena sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Hafid/Diky