Dari Lobi ke Psikotes, PKB Jatim Ubah Pola Rekrutmen Ketua DPC
MALANG, JEJARING INDONESIA – Pola rekrutmen kepemimpinan partai mulai bergeser. PKB Jawa Timur kini tak lagi bertumpu pada lobi dan kekuatan internal semata, melainkan mendorong seleksi berbasis uji objektif melalui Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) bagi calon Ketua DPC. Langkah ini ditegaskan usai rampungnya Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di 38 kabupaten/kota.
Seluruh kandidat yang masuk bursa diwajibkan mengikuti tahapan seleksi berlapis, termasuk psikotes yang melibatkan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang pada 10–11 April 2026 di Kota Malang.
“Ini bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan yang terukur, bukan sekadar hasil kompromi politik,” ujar Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Multazamudz Dzikri.
Perubahan pendekatan ini menjadi sinyal bahwa partai mulai mengadopsi standar profesional dalam menentukan figur pimpinan di daerah. Tak hanya mengandalkan dukungan struktural, para kandidat kini dituntut menunjukkan kapasitas personal, stabilitas psikologis, hingga arah kepemimpinan yang jelas.

Di Kota Malang, persaingan menuju kursi Ketua DPC juga tak kalah dinamis. Sembilan nama tercatat dalam bursa calon, yakni Saniman Wafi, Ike Kesnawati, Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto, Arief Wahyudi, Fathol Arifin, Muhammad Anas Muttaqin, Fatchullah, Ahmad Farih Sulaiman, serta Hikmah Bafaqih.
Mereka akan melewati tahapan seleksi yang tak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan loyalitas terhadap garis perjuangan partai. Proses ini menjadi penentu awal sebelum masuk pada fase akhir penetapan.
Ketua DPC PKB Kota Malang, Fatchullah, menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah pelaksanaan UKK. Ia menilai, pendekatan baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas kepemimpinan partai di tingkat akar rumput.
“Harapannya, yang terpilih nanti benar-benar punya kapasitas dan kesiapan, bukan hanya kuat secara jaringan, tapi juga secara kualitas,” pungkasnya.

Jurnalis: Hafid
Editor: Diky





