BANYUWANGI,JejaringIndonesia.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bergerak cepat mengantisipasi potensi kemacetan berulang di jalur logistik Banyuwangi utara.
Didampingi Wakil Bupati Mujiono serta jajaran stakeholder pelabuhan, Emil meninjau langsung kesiapan operasional Pelabuhan Tanjungwangi dan ASDP Ketapang pada Senin, 21-23 September 2026.
Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan pada Senin sampai hari ini masih terus dilakukan guna merumuskan skema taktis penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Guna memotong rantai antrean, mantan Bupati Trenggalek itu mendorong manajemen pelabuhan untuk memetakan jadwal perawatan kapal (docking) secara berkala sejak jauh hari agar tidak memangkas kapasitas angkut armada yang ada. Selain itu, opsi pengerahan kapal raksasa milik ASDP juga mulai dibuka.
Dalam sidak tersebut, Emil menyoroti lamanya waktu tunggu truk logistik di holding area Tanjungwangi yang dilaporkan mencapai tiga hari.
“Kalau mau yang berkapasitas besar sekalian, opsi penggunaan KMP Portlink III bisa diambil. Daya tampungnya jauh lebih besar dan sangat sesuai untuk melayani rute pelayaran jarak jauh (long distance ferry) menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat,” ujar Emil.
Sementara itu, terkait kendala di lintas Ketapang–Gilimanuk, Emil optimistis penumpukan kendaraan akan segera terurai setelah proyek peningkatan kapasitas dermaga MB 2 rampung dikerjakan pada tahun 2026 ini.
Mengenai nasib Dermaga Bulusan, Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran pembenahan senilai Rp 6 miliar.
Namun, penggunaan dana dialihkan untuk kebutuhan reparasi karena struktur lumba-lumba penambat (dolphin) rawan rusak akibat hantaman arus kuat Selat Bali. Penambahan kapasitas bongkar muat ke depan akan difokuskan penuh pada fasilitas LCM dan MB4.
Jurnalis: Boby Tri Setya
Editor: Hafid












