Surat Terbuka Kades Jarakan ke Gubernur Jatim: 148 Hektare Sawah Terancam Mangkrak Setiap Musim Kemarau

- Redaktur

Jumat, 11 September 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Jejaringindonesia.com – Ancaman kekeringan yang rutin melanda lahan pertanian di kawasan hilir terus membayangi nasib para petani.

Guna memperjuangkan nasib warganya, Kepala Desa Jarakan, Su’ad Bagiyo, S.H., melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Surat terbuka tersebut menyoroti krisis pengairan yang dialami sekitar 148 hektare lahan pertanian di tiga desa sekaligus, yakni Desa Jarakan, Desa Tiyudan, dan Desa Bolorejo

“Setiap musim kemarau tiba, ratusan hektare sawah di kawasan tersebut praktis tidak dapat ditanami selama hampir lima bulan akibat ketiadaan pasokan air.” ucap Suad Bagiyo melalui pesan singkat Jumat, 10 September 2026.

Kondisi produktivitas yang lumpuh ini berdampak langsung pada perekonomian para petani penggarap. Tanpa penghasilan selama masa bera, tidak sedikit warga yang terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penggunaan pompa air bawah tanah secara masif juga dinilai bukan solusi bijak karena berpotensi merusak cadangan air bersih warga pemukiman sekitar. Padahal, posisi lahan pertanian tersebut tidak jauh dari sumber air potensial Waduk Wonorejo.

Sebagai solusi konkret, masyarakat memohon intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk merealisasikan pembangunan saluran pengairan dari DAM Kleben menuju lahan pertanian di tiga desa tersebut.

Berdasarkan kalkulasi dan perencanaan awal, proyek pengairan ini membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar. Jika saluran pengairan dari DAM Kleben terealisasi, lahan seluas 148 hektare itu diproyeksikan mampu berproduksi optimal hingga tiga kali panen dalam setahun (IP 300).

“Upaya pengajuan proposal secara formal telah berkali-kali dilakukan oleh Pemerintah Desa Jarakan, baik ke tingkat Kabupaten Tulungagung maupun ke Provinsi Jawa Timur, namun hingga kini belum membuahkan hasil.” tambahnya.
dan keberlanjutan ekonomi petani lokal.

 

Jurnalis: Hanik

Editor: Diky Prasetyo 

Berita Terkait

Kondisi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Lancar
Forum RKB Bahas Tantangan Lapas Banyuwangi: Overkapasitas hingga Dominasi Kasus Narkotika
AirNav Bantu Turbin Listrik untuk Warga Kampung Seling Banyuwangi
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang
Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Kondisi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Lancar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:20 WIB

Forum RKB Bahas Tantangan Lapas Banyuwangi: Overkapasitas hingga Dominasi Kasus Narkotika

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:10 WIB

AirNav Bantu Turbin Listrik untuk Warga Kampung Seling Banyuwangi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:02 WIB

ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Berita Terbaru