MALANG, Jejaringindonesia.com – Sekitar 5 hektar lahan tebu di perbatasan Desa Karangduren dan Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang terbakar hebat pada Kamis siang (10/9/2026). Kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Kencangnya hembusan angin membuat api cepat merambat ke bagian tengah lahan. Kondisi itu sempat menyulitkan petugas pemadam kebakaran saat melakukan pembasahan.
Padahal tebu-tebu tersebut sudah siap panen dan tinggal menunggu waktu dipanen. Namun naas, lahan harus terbakar lebih dulu.
Hasan Fauzan, salah satu perawat lahan tebu mengatakan, lahan yang ia rawat seluas 3,5 hektar dari total keseluruhan 5 hektar yang terbakar.
“Akibat kebakaran ini, panen tebu nantinya hanya dihargai 60 persen oleh pabrik gula. Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan ini,” ujar Hasan Fauzan.
Sementara itu Camat Pakisaji Taufik Nurahman menjelaskan, laporan kebakaran masuk sekitar pukul 11.00 WIB. Ia bersama Forkopimcam langsung mendatangi lokasi bersama petugas Damkar.
“Luasan lahan yang terbakar mencapai 5 hektar. Dugaan sementara ada orang yang membuang puntung rokok di lahan tebu,” jelas Taufik Nurahman.
Taufik menambahkan, 2 unit kendaraan Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang diterjunkan untuk melakukan pembasahan, terutama di area yang berbatasan dengan pemukiman warga. Jika diperlukan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan armada damkar.
Dalam kesempatan itu Camat juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan selalu mematikan kompor saat ditinggal pergi untuk menghindari terjadinya kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Jurnalis: Iwan Said
Editor: Diky Prasetyo












