Viral di Medsos, Warga Muncar Keluhkan Pendataan PKH dan Peredaran Beras Bantuan Pangan

- Redaktur

Selasa, 8 September 2026 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Sebuah unggahan di Facebook oleh akun INFO MUNCAR24JAM atas nama Nur Basori menjadi sorotan publik pada Selasa, 8 September 2026. Dalam postingannya, warga tersebut melontarkan kritik terkait kinerja petugas sensus dan Petugas PKH di wilayah Muncar.

Dalam unggahan yang diunggah sekitar 1 jam lalu itu, penulis menyoroti dugaan kesalahan pendataan penerima bantuan. Ia mencontohkan adanya lansia penjual gorengan keliling yang tergolong kurang mampu namun justru dihapus dari data penerima.

“anda mensensus tetapi salah kaprah, penjual gorengan keliling Lansia juga ada yang kurang mampu anda menghapusnya dari data penerima. itukah yang anda sensus selama ini????” tulisnya.

Penulis juga menyinggung tugas petugas PKH yang seharusnya mendata warga tidak mampu dan lansia untuk mendapatkan bantuan. “bagi petugas PKH mendata orang2 tidak mampu, lansia untuk mendapatkan bantuan. tetapi apa yang anda lakukan selama ini????” lanjutnya.

Selain kritik pendataan, unggahan tersebut juga disertai foto 1 sak beras bertuliskan “BANTUAN PANGAN” dengan logo BULOG dan BADAN PANGAN NASIONAL. Di akhir caption, penulis menuliskan kalimat “seng ape tuku nyoh kari 1 sak” yang artinya “yang mau beli silahkan, tinggal 1 sak”. Hal ini menimbulkan dugaan adanya beras bantuan yang diperjualbelikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait di wilayah Muncar maupun instansi terkait mengenai kebenaran informasi dan foto yang beredar tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung menyebarkan informasi tanpa verifikasi dan dapat melaporkan dugaan penyelewengan bantuan sosial kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Akun Facebook INFO MUNCAR24JAM

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru