BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Sebuah unggahan di Facebook oleh akun INFO MUNCAR24JAM atas nama Nur Basori menjadi sorotan publik pada Selasa, 8 September 2026. Dalam postingannya, warga tersebut melontarkan kritik terkait kinerja petugas sensus dan Petugas PKH di wilayah Muncar.
Dalam unggahan yang diunggah sekitar 1 jam lalu itu, penulis menyoroti dugaan kesalahan pendataan penerima bantuan. Ia mencontohkan adanya lansia penjual gorengan keliling yang tergolong kurang mampu namun justru dihapus dari data penerima.
“anda mensensus tetapi salah kaprah, penjual gorengan keliling Lansia juga ada yang kurang mampu anda menghapusnya dari data penerima. itukah yang anda sensus selama ini????” tulisnya.
Penulis juga menyinggung tugas petugas PKH yang seharusnya mendata warga tidak mampu dan lansia untuk mendapatkan bantuan. “bagi petugas PKH mendata orang2 tidak mampu, lansia untuk mendapatkan bantuan. tetapi apa yang anda lakukan selama ini????” lanjutnya.
Selain kritik pendataan, unggahan tersebut juga disertai foto 1 sak beras bertuliskan “BANTUAN PANGAN” dengan logo BULOG dan BADAN PANGAN NASIONAL. Di akhir caption, penulis menuliskan kalimat “seng ape tuku nyoh kari 1 sak” yang artinya “yang mau beli silahkan, tinggal 1 sak”. Hal ini menimbulkan dugaan adanya beras bantuan yang diperjualbelikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait di wilayah Muncar maupun instansi terkait mengenai kebenaran informasi dan foto yang beredar tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung menyebarkan informasi tanpa verifikasi dan dapat melaporkan dugaan penyelewengan bantuan sosial kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Akun Facebook INFO MUNCAR24JAM












