MALANG, Jejaringindonesia.com – Musim kemarau saat ini, sekitar 600 orang warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang tercatat kekurangan air bersih. Jumlah itu tersebar mulai dari Rt 3 hingga Rt 14 dusun Krajan.
Kepala Desa Gajahrejo Siswoyo mengatakan, saat ini Ia masih
menunggu giliran atau proses realisasi dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang ke desa setempat.
Disebutkan Siswoyo, Desa Gajahrejo terdiri dari 4 pedukuhan, seperti Dusun Krajan, Dusun Sumber lele, Dusun Ardimulyo dan Dusun Bajulmati.
“Dari 4 pedukuhan itu, krisis
air bersih hanya terjadi di Dusun Krajan. Sedang di pedukuhan lain, meski kondisi kemarau seperti sekarang untuk kebutuhan air bersih masih aman dan terpenuhi”, jelas Siswoyo Rabu 19/8/2026).
Dikatakan Siswoyo, guna memenuhi kebutuhan air bersih, saat ini warga di Dusun Krajan harus membelinya dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu setiap satu meter kubik. Itupun hanya cukup dikonsumsi. Sedangkan untuk mandi dan cuci pakaian, warga harus menuju sungai besar dengan debit air semakin surut dan mengecil.
Sebagai tindakan nyata Kades Siswoyo, untuk mengatasi mengatasi kekurangan air di Desa Gajahrejo, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Perumda Tirta Kanjuruhan sudah melakukan sosialisasi sekaligus pendataan calon pelanggan.
“Kepada pihak Perumda Tirta Kanjuruhan kami meminta agar pemasangan pipa itu segera dilaksanakan. Kami terus komunikasi. Dan jawaban terakhir, katanya masih dalam proses”, terangnya.
Padahal, lanjut Siswoyo, pendataan calon pelangganpun sudah dilakukan. Dari target 600 pemohon hanya 450 calon pelanggan yang disetujui.
“Seperti pernah dijanjikan oleh pihak PDAM, antara bulan Juni hingga Juli 2026 pemasangan pipa itu akan dilaksanakan. Ternyata hingga dipertengahan bulan Agustus 2026 ini belum ada kabar”, ungkap Siswoyo.
Dan jika sampai di akhir bulan Agustus 2026 ini pemasangan pipa itu ternyata belum juga dilaksanakan, Siswoyo akan melayangkan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Malang seperti yang ia lakukan saat kemarau tahun sebelumnya.
Jurnalis: H.Mansyur
Editor: Diky Prasetyo












