DUMAI, Jejaringindonesia.com – Pelayanan di RSUD Kota Dumai kembali menjadi sorotan. Sejumlah pasien mengeluhkan lambatnya penanganan sejak pagi hari, sementara dokter baru mulai praktik sekitar pukul 10.00 WIB.
Padahal, menurut pengakuan pasien, durasi pemeriksaan oleh dokter hanya berlangsung 10 hingga 15 menit.
Salah seorang pasien, (Arman), mengaku datang ke RSUD sejak pukul 07.00 WIB untuk mengambil nomor antrean poli. Namun, ia baru bisa diperiksa sekitar pukul 11.30 WIB.
“Saya dari jam 7 sudah di sini. Tapi dokternya baru masuk jam 10. Giliran masuk ruangannya, cuma 10 menit sudah disuruh keluar. Sementara nunggunya berjam-jam,” keluh saat ditemui di RSUD Dumai, Selasa (12/8/2026)
Keluhan serupa juga disampaikan pasien lain. Mereka menilai sistem antrean dan keterlambatan dokter membuat waktu pasien banyak terbuang. Padahal sebagian besar pasien harus meninggalkan pekerjaan untuk berobat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Dumai belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan jam praktik dokter dan lamanya waktu tunggu pasien.
Warga berharap manajemen RSUD dapat mengevaluasi sistem pelayanan agar tidak ada lagi pasien yang menunggu berjam-jam hanya untuk pemeriksaan singkat
Situasi ini menimbulkan antrean panjang dan kerumunan di ruang tunggu. Pasien lansia dan anak-anak tampak kelelahan.
Pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Efisiensi waktu dan empati tenaga medis menjadi kunci kepuasan pasien.
Masyarakat Kota Dumai berharap Direktur RSUD Dumai segera turun tangan. Perlu ada evaluasi jam masuk dokter, penambahan tenaga, dan sistem antrean online agar pasien tidak lagi membuang waktu berjam-jam di rumah sakit.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












