Kemenko Pangan: HIPPA Harus Jadi Garda Depan Tata Kelola Irigasi Nasional

- Redaktur

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Jejaringindonesia.com – Pemerintah pusat mendorong penguatan peran Himpunan Petani Pemakai Air / HIPPA sebagai garda depan dalam tata kelola irigasi nasional, khususnya di jaringan irigasi tersier.Jakarta, 10 Agustus 2026.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM, Tenaga Ahli Ketahanan Pangan, Pendukung Infrastruktur Pertanian dan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dalam opininya yang tayang di Radar Banyuwangi.

HIPPA: Aktor Kunci di Lapangan. Menurut Guntur, selama ini HIPPA masih sering diposisikan sebagai mitra pelaksana teknis atau sekadar penerima manfaat program pemerintah.

Padahal realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Anggota HIPPA adalah aktor paling penting dalam sistem irigasi tersier. Mereka yang setiap hari berhadapan langsung dengan jaringan saluran, memahami dinamika distribusi air, mengenali titik-titik kritis kebocoran, serta menjadi pihak pertama yang merespons potensi konflik pemanfaatan air,” tegas Guntur.

Kunci Ketahanan Pangan Ada di Irigasi Tersier
Guntur menekankan, tanpa HIPPA yang kuat dan berdaya, program irigasi dari hulu sampai hilir tidak akan efektif sampai ke lahan petani.

“Air dari bendungan besar tidak ada artinya jika di tingkat tersier mampet, bocor, atau diperebutkan. Di titik inilah HIPPA memegang peran vital untuk memastikan air sampai ke sawah dan produktivitas pertanian terjaga,” jelasnya.

Dorongan Penguatan Peran dan Kapasitas.
Dalam opininya, Guntur mendorong agar negara dan pemerintah daerah tidak hanya melibatkan HIPPA saat ada proyek, tetapi juga memberikan peran, kapasitas, kelembagaan, hingga dukungan anggaran yang layak.

Penguatan HIPPA dinilai sejalan dengan target Ketahanan Pangan Nasional yang menjadi prioritas Kemenko Pangan RI. Dengan tata kelola irigasi tersier yang baik, diharapkan konflik air antar petani bisa ditekan dan produktivitas padi nasional meningkat.
Opini Kemenko Pangan: Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM,

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Cek Sound Laskar Sakera Menggelegar di Kademangan, Warga Tumpah Ruah Sambut HUT ke-81 RI
Sinergi Lintas Ormas dan Komunitas Kota Malang Bentuk Kepanitiaan bersama Sambut HUT RI ke-81
Siap Bertugas di HUT RI ke-81, 74 Anggota Paskibra Kecamatan Tajinan Resmi Dikukuhkan
Sosok Humble dan Menginspirasi, Dr. Guntur Priambodo Jadi Pembina BARISTAN Banyuwangi
Brigif 6/TSB Raih Juara Umum Lomba HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Madivif 2 Kostrad
Kapolres Malang Ajak Media dan Warga Bangun Ruang Digital yang Sehat
Sengketa Tanah Ahli Waris Kartorejo Ngaidin Berujung Laporan, Kuasa Hukum Soroti Dasar Penguasaan Lahan
Lansia 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Tanah Kosong Perum GDI Kabat, Diduga Terpeleset Saat Memulung

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Cek Sound Laskar Sakera Menggelegar di Kademangan, Warga Tumpah Ruah Sambut HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Sinergi Lintas Ormas dan Komunitas Kota Malang Bentuk Kepanitiaan bersama Sambut HUT RI ke-81

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Siap Bertugas di HUT RI ke-81, 74 Anggota Paskibra Kecamatan Tajinan Resmi Dikukuhkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sosok Humble dan Menginspirasi, Dr. Guntur Priambodo Jadi Pembina BARISTAN Banyuwangi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Brigif 6/TSB Raih Juara Umum Lomba HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Madivif 2 Kostrad

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Sengketa Tanah Ahli Waris Kartorejo Ngaidin Berujung Laporan, Kuasa Hukum Soroti Dasar Penguasaan Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Lansia 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Tanah Kosong Perum GDI Kabat, Diduga Terpeleset Saat Memulung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Bungkus Rokok Sembunyikan Ratusan Pil Trex, Pengedar Obat Keras Ditangkap di Siliragung Banyuwangi

Berita Terbaru