Warga Mundam Resah, Abrasi Laut Kian Mendekat ke Permukiman dan Jalan Utama

- Redaktur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dumai, Jejaringindonesia.com – Ancaman abrasi di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, semakin mengkhawatirkan. Pengikisan daratan akibat gelombang laut dilaporkan terus meluas dan kini telah mendekati badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan permukiman.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga. Mereka khawatir abrasi tidak hanya menghilangkan lahan milik masyarakat, tetapi juga menyebabkan putusnya akses transportasi yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gelombang laut terus mengikis garis pantai hingga menyebabkan sejumlah lahan produktif warga hilang. Area yang sebelumnya merupakan daratan dan perkebunan kini telah berubah menjadi perairan akibat abrasi yang berlangsung secara terus-menerus.

Perwakilan masyarakat, Dato’ Junaidi dari Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura (KKSI), mengatakan laju abrasi dalam beberapa waktu terakhir semakin meningkat.
“Tanah warga sudah banyak yang hilang tergerus air laut. Jika tidak segera ditangani, jalan bawah ini tinggal menunggu waktu untuk ambles dan terputus,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Penanganan yang dinilai mendesak meliputi pembangunan tanggul atau pemecah gelombang (breakwater), rehabilitasi kawasan mangrove sebagai pelindung alami pantai, serta pemasangan bronjong atau batu gajah pada titik-titik yang mengalami abrasi paling parah.

Warga menilai, tanpa penanganan yang cepat dan berkelanjutan, abrasi akan terus meluas sehingga mengancam permukiman, memutus akses jalan, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru