Pelanggan Puas atas Karya Batik Brilliyan
JAKARTA, JEJARING INDONESIA – Memasuki hari kedua gelaran Persit Bisa Vol II 2026 di Jakarta, antusiasme
pengunjung terhadap kekayaan Wastra Nusantara bukannya surut, justru semakin meningkat. Di antara deretan tenant yang memadati area pameran, Booth nomor 18 milik Brilliyans Batik salah satu yang ramai dikunjungi pengunjung.
Edukasi di Balik Goresan Canting
Berbeda dengan stan lainnya, Ibu Sri Astuti (Mbak Beb) tampak aktif berinteraksi dengan setiap pengunjung yang singgah. Ia tidak hanya menawarkan kain, tetapi juga menceritakan filosofi di balik motif batik tulis khas Malang dan Batu yang ia bawa. Penjelasan mengenai proses panjang mulai dari mendesain pola orisinal, teknik mencanting yang presisi, hingga proses pewarnaan
celup tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor batik.
“Banyak pengunjung yang baru menyadari bahwa satu lembar kain batik tulis Brilliyans membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan.
Kami ingin mereka tidak hanya
memakai baju, tapi memakai sebuah karya seni yang memiliki cerita dan jiwa,” ungkap Ibu Sri di sela kesibukannya melayani tamu di hari kedua, Jumat (8/5/2026).
Apresiasi Singkat yang Bermakna
Meski berlangsung singkat di tengah jadwal yang padat, kunjungan Bapak Kasad dan Ibu Ketum
menjadi suntikan semangat luar
biasa bagi Ibu Sri Astuti (Mbak Beb).
Kasad tampak mengamati dengan saksama beberapa koleksi
batik tulis yang dipajang, sementara Ibu Ketum memberikan apresiasi
terhadap konsistensi Brilliyans dalam mempertahankan teknik membatik manual yang sangat detail.
Testimoni Pelanggan: Eksklusivitas yang Dicari Kualitas “tidak pasaran” menjadi alasan utama mengapa Booth 18 tak pernah sepi. Beberapa pembeli yang ditemui di lokasi menyatakan kekagumannya pada detail motif yang dibawa oleh perwakilan Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad ini.
Ny. Dian, salah satu pengunjung asal Jakarta, mengungkapkan alasannya memborong koleksi Brilliyans. “Saya sengaja mencari batik yang motifnya tidak duplikatif. Di Brilliyans, saya
menemukan motif yang sangat berani dan elegan. Sangat membanggakan mengetahui bahwa batik secantik ini adalah hasil karya langsung dari tangan ibu-ibu Persit di asrama,” ujarnya
setelah menyelesaikan pembayaran.
Testimoni serupa datang dari pelanggan lain yang mengapresiasi kerapian pewarnaan dan kehalusan kain yang digunakan. Banyaknya pelanggan yang kembali lagi (repeat order) atau merekomendasikan booth ini kepada rekan-rekannya membuat suasana di Booth 18 terasa sangat hidup dan interaktif.
Persiapan Menuju Hari Terakhir
Dengan tingginya angka penjualan di hari kedua, stok koleksi eksklusif di Booth 18 mulai
menipis. Bagi para pecinta wastra yang mendambakan batik tulis dengan kualitas premium dan desain orisinal, hari terakhir besok diprediksi akan menjadi puncak perburuan koleksi dari
Brilliyans Batik sebelum pameran resmi ditutup.
Jurnalis: Hafid
Editor: Diky Prasetyo





