Luka Kanjuruhan Belum Reda, Penolakan Laga Arema vs Persebaya Menguat

- Redaktur

Sabtu, 4 April 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Jejaring Indonesia — Rencana digelarnya laga panas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan kembali memantik penolakan dari keluarga korban tragedi 1 Oktober 2022. Bagi mereka, stadion tersebut masih menyimpan duka yang belum usai, bukan sekadar tempat pertandingan sepak bola.
Penolakan itu disuarakan melalui aksi doa dan diam yang digelar Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) di kawasan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026). Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik paling kelam dalam peristiwa yang merenggut ratusan nyawa.

Ketua YKTK, Devi Atok, bersama sejumlah pengurus dan keluarga korban memimpin langsung kegiatan tersebut. Mereka juga mendapat dukungan dari elemen mahasiswa, salah satunya dari Universitas Brawijaya, yang turut hadir menyampaikan solidaritas.
Dalam aksi itu, peserta membentangkan sejumlah poster berisi pesan emosional. Intinya, mereka menilai rencana menghadirkan laga rivalitas tinggi di tempat tragedi justru berpotensi membuka kembali luka lama yang belum pulih.

Selain menggelar doa bersama, perwakilan YKTK juga bergerak ke Mapolres Malang untuk menyerahkan surat resmi penolakan. Ada tiga poin utama yang disampaikan, yakni trauma yang belum sembuh, minimnya empati penyelenggara, serta tingginya risiko keamanan jika laga tetap digelar.
Menurut mereka, pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya termasuk kategori berisiko tinggi, sehingga dikhawatirkan memicu ketegangan baru di tengah kondisi psikologis keluarga korban yang masih rentan.

Di sisi lain, suara keprihatinan juga datang dari internal aparat keamanan. Sejumlah anggota kepolisian yang pernah bertugas saat tragedi berlangsung disebut masih menyimpan trauma, sehingga berharap pertandingan tersebut tidak digelar di Kanjuruhan dalam waktu dekat.

Hingga kini, jadwal pertandingan masih tercantum akan berlangsung pada 28 April 2026. Namun, desakan dari keluarga korban membuat publik menanti keputusan lanjutan dari pihak berwenang, apakah akan tetap melaksanakan laga atau mencari alternatif demi menjaga situasi tetap kondusif.

 

Jurnalis: Hafid

Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru