BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Pasar Banyuwangi kembali beroperasi pada Kamis (1/10/2026) setelah rampung direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pengoperasian kembali pasar tersebut ditandai dengan tasyakuran yang dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama ratusan pedagang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, meminta para pedagang menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar yang kini tampil dengan konsep lebih modern.
Ia menyebut Pasar Banyuwangi tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai destinasi wisata ikonik di pusat kota Banyuwangi.
“Selamat datang kembali di Pasar Banyuwangi. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran dan kerjasama bapak ibu sekalian dalam menjalani dan menunggu proses pembangunan pasar. Terima kasih juga telah tertib mengikuti proses relokasi hingga hari ini kembali berjualan,” kata Ipuk.
Pasar Banyuwangi kini menjadi bangunan dua lantai yang memadukan konsep modern dengan arsitektur heritage. Bentuk cagar budaya asli tetap dipertahankan dengan mengadopsi desain rumah tradisional Banyuwangi.
Revitalisasi Pasar Banyuwangi juga terkoneksi dengan revitalisasi Asrama Inggrisan, bangunan bersejarah yang berada di lokasi berdampingan.
Keduanya dirancang menjadi satu kawasan terintegrasi yang menggabungkan aktivitas ekonomi rakyat dengan destinasi wisata heritage dan edukasi.
“Pasar ini telah dibangun dengan konsep baru yang lebih modern, rapi dan nyaman. Mari kita jaga kebersihan dan kerapihan semua fasilitasnya. Agar pembeli semakin betah untuk berbelanja dan menjadi daya tarik wisata baru di pusat kota Banyuwangi,” ajak Ipuk.
Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi Heni Sugiharti mengatakan, tahap awal pengoperasian kembali Pasar Banyuwangi diikuti 560 pedagang.
“Sesuai kesepakatan bersama, pasar mulai beroperasi pada hari ini. Untuk tahap pertama, ada 560 pedagang yang memasuki lapak masing-masing. Saat ini sebagian sudah berjualan dan ada yang masih memindahkan barang dagangannya dari pasar sementara,” ujar Heni.
Para pedagang sebelumnya menempati lokasi relokasi di Gedung Wanita selama proses revitalisasi berlangsung. Setelah tahap pertama selesai, Pemkab Banyuwangi akan melakukan verifikasi dan validasi untuk mengatur pedagang berikutnya.
Pemkab Banyuwangi juga akan mengupayakan pedagang yang belum mendapatkan lapak dapat terakomodasi dengan ruang yang tersedia, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Kalau 560 itu kita harapkan dalam satu minggu ke depan ini semua pedagang sudah pindah ke Pasar Banyuwangi,” terang Heni.
Salah satu pedagang, Amania (65), mengaku senang dapat kembali berjualan di Pasar Banyuwangi. Pedagang yang telah berjualan sejak 1983 itu kini menempati lapak barunya setelah sebelumnya berjualan di lokasi relokasi Gedung Wanita.
“Alhamdulillah sudah bisa jualan lagi di sini, saya sudah sejak tahun 1983 berjualan di pasar ini. Semoga pasar yang baru ini bisa kembali ramai pembelinya,” harap Amania.
Pedagang lainnya, Ali Imran, juga mulai menempati lapaknya untuk berjualan daging sapi. Ia berjualan di blok khusus daging yang dilengkapi fasilitas sanitasi dan saluran air bersih.
“Tempatnya bersih dan lebih terang. Insyaallah saya dan teman-teman akan ikut menjaga kebersihan tempat ini,” ujarnya.
Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Hafid
Narasumber: Pemda Banyuwangi












