Mobil Pikap Pembawa Jenazah Terjebak Macet 11 KM di Ketapang, Polisi Kawal Hingga Tembus Antrean

- Redaktur

Selasa, 29 September 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Di tengah kemacetan panjang menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, aksi humanis dilakukan personel Satlantas Polresta Banyuwangi.

Sebuah pikap yang membawa jenazah sempat terjebak antrean panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa siang, 29 September 2026.

Pikap tersebut membawa jenazah dari arah Wongsorejo menuju Rogojampi. Rombongan turut dikawal keluarga yang mengendarai sepeda motor.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Rudi Wicahyono mengatakan, saat tiba di kawasan SAA Bangsring, kendaraan tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terjebak antrean truk dan bus yang mengular.

Melihat kondisi tersebut, keluarga almarhum langsung meminta bantuan petugas yang berjaga di lokasi.

“Petugas kemudian berkoordinasi lewat handy talky untuk mengawal rombongan dan membuka jalur agar pikap bisa menembus kemacetan,” ujar Ipda Rudi.

Pengawalan berlangsung sekitar 15 menit. Petugas dengan sigap membuka jalur di tengah padatnya kendaraan hingga pikap pembawa jenazah berhasil keluar dari titik kemacetan terparah.

Setelah melewati jalur lingkar hingga Simpang Tiga Farly, rombongan melanjutkan perjalanan secara mandiri karena kondisi jalan sudah lebih lancar. Polisi menyebut arus dari arah selatan saat itu tidak terlalu padat sehingga pengawalan bisa dilakukan dengan aman.

Sementara itu, hingga Selasa sore pukul 15.00 WIB, kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang masih berlangsung. Antrean kendaraan dilaporkan masih mengular hingga sekitar 11 kilometer dan petugas tetap disiagakan untuk mengatur lalu lintas.

Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Hafid
Sumber: Kanit Lantas Turjawali

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru