Viral Belum Tentu Fakta, Polri Ingatkan: Nggak Semua Yang Viral Itu Valid!

- Redaktur

Selasa, 22 September 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan tidak mudah percaya terhadap setiap konten yang viral di timeline.

Fenomena viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram dan Facebook sering kali membuat warganet terburu-buru berkomentar, bahkan ikut membagikan informasi tanpa memeriksa kebenarannya. Padahal, tidak semua yang viral itu valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara faktual.

Melalui pesan edukasi literasi digital yang dirilis oleh Kapolri, Tujuan utama mengajak masyarakat untuk membudayakan budaya cek fakta dengan tagline Pahami informasi secara utuh, cek faktanya, baru percaya.

Ada tiga langkah penting yang harus dilakukan sebelum mempercayai sebuah informasi, yakni:

1. Cek Sumbernya: Pastikan informasi berasal dari sumber yang kredibel dan resmi, bukan dari akun anonim atau tidak jelas.

2. Cek Faktanya: Bandingkan dengan media mainstream atau kanal resmi untuk memastikan kebenaran data.

3. Cek Konteksnya: Pahami informasi secara utuh, jangan hanya dari potongan video atau judul yang provokatif.

Sebagaimana terlihat dalam visual edukasi yang beredar pada September 2026 tersebut, sebuah berita yang tampak meyakinkan di koran sekalipun, saat diperbesar dengan kaca pembesar, bisa saja bertuliskan cap merah FAKE. Hal ini menggambarkan bahwa hoax seringkali dikemas mirip dengan berita asli.

Kami mengajak masyarakat untuk saring sebelum sharing. Luangkan waktu sejenak untuk memahami informasi secara utuh. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebar hoax, tulis dalam imbauan tersebut.

Dengan menjadi netizen yang cerdas, diharapkan ruang digital Indonesia tetap berdaulat, adil, dan makmur, serta terhindar dari provokasi dan disinformasi yang dapat memecah belah persatuan pada tahun 2026 ini.

Masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan atau tindak kejahatan siber dapat melapor melalui Layanan Polisi 110 yang siaga 24 jam.u

Jurnalis: Boby
Editor: Hafid

Berita Terkait

Kondisi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Lancar
Forum RKB Bahas Tantangan Lapas Banyuwangi: Overkapasitas hingga Dominasi Kasus Narkotika
AirNav Bantu Turbin Listrik untuk Warga Kampung Seling Banyuwangi
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang
Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Kondisi Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Lancar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:20 WIB

Forum RKB Bahas Tantangan Lapas Banyuwangi: Overkapasitas hingga Dominasi Kasus Narkotika

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:10 WIB

AirNav Bantu Turbin Listrik untuk Warga Kampung Seling Banyuwangi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:02 WIB

ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Mangurai Antrean Pelabuhan Ketapang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Berita Terbaru