BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com — Gangguan kesehatan dengan gejala mirip flu belakangan banyak dirasakan masyarakat Banyuwangi. Demam, batuk hingga sakit tenggorokan menjadi keluhan yang muncul di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki masa transisi.
Kondisi tersebut juga terpantau di sejumlah Fasilitas Kesehatan atau Faskes di Banyuwangi. Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Banyuwangi mencatat kasus Influenza-Like Illness atau ILI mengalami peningkatan sepanjang 2026.
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, ILI merupakan istilah yang digunakan Kementerian Kesehatan atau Kemenkes untuk penyakit dengan gejala menyerupai influenza.
Gejala ILI di antaranya demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, batuk dan sakit tenggorokan. Pada sebagian kasus, gejala tersebut dapat disertai gangguan pernapasan akut.
“Kemenkes menyebut kasus ini sebagai Influenza-Like Illness, yaitu penyakit yang menyerang seperti influenza. Untuk kasus yang agak berat, biasanya disertai demam dan perubahan kondisi tubuh, Kemenkes menyebutnya Severe Acute Respiratory Infection atau SARI,” kata Amir,
Menurut Amir, peningkatan kasus ILI di Banyuwangi terlihat sepanjang 2026. Angka tertinggi tercatat pada Januari dengan jumlah lebih dari 10 ribu kasus.
Setelah itu, kasus masih cukup tinggi. Mulai Februari, Maret hingga Agustus, Dinkes mencatat rata-rata sekitar 8.500 kasus setiap bulan.
Amir mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh di masa peralihan cuaca. Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas, mencuci tangan, dan segera ke Faskes terdekat jika gejala tidak membaik dalam 3 hari.Banyuwangi, 12 September 2026.
Jurnalis: Boby
Editor: Diky Prasetyo
Sumber: Dinkes Banyuwangi












