MALANG, Jejaringindonesia.com – Peresmian renovasi masjid Al-Hidayah di Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Anwar Zahid, seorang mubaligh kondang asal Bojonegoro, Jum’at (4/9/2026).
Kehadiran penceramah populer itu tidak hanya meningkatkan antusiasme warga untuk hadir, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memakmurkan masjid setelah direnovasi.
Hadir juga dalam peresmian tempat ibadah Umat Islam itu, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi MM beserta jajaran Forkopimda, Muspika Dampit dan Kepala Desa Jambangan Eko Budi Cahyono, perangkat desa.
Perangkat Desa Jambangan Sabar Santoso menerangkan, untuk mendapatkan siraman rohani, memperdalam pemahaman agama, serta memburu keberkahan hidup, pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri oleh sekitar 4500 pengunjung.
Dikatakannya, dalam menyeimbangkan pemenuhan kewajiban syariat Islam dan aksi kepedulian sosial, acara ini dirangkai dengan khitanan massal yang diikuti sebanyak 46 anak se-wilayah Malang Raya.
Selain khitanan masaal juga pengobatan, pijat urat dan potong rambut yang semuanya dilakukan secara cuma-cuma alias gratis.
Khusus untuk peserta khitan, lanjut Sabar, tujuannya adalah membantu warga yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini panitia yang berjumlah 90 orang itu tidak ada niatan untuk membedakan antara warga kaya dan miskin.
“Panitia tidak memiskinkan peserta khitan. Karena kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang kini sudah berjalan selama 6 tahun. Dan itu atas kerjasama dengan RS Cakra Husada Pindad Turen”, terang Sabar Senin (7/9/2026).
Dan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keselamatan para peserta dan pendamping khitan, panitia juga menyiapkan mobil untuk antar jemput.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan perlengkapan khitan seperti sarung, baju dan kopiah termasuk tali asih berupa uang. “Panitia tidak membebani sepeserpun dana kepada orang tua peserta khitan”, ujarnya.
Disinggung, terkait dengan alokasi pendanaan, jelas dia, bersumber dari warga di 3 RW. Dimana setiap KK sepakat memberi bantuan sebesar Rp 100 ribu. Dari hasil bantuan itu terkumpul dana sekitar Rp 70 juta.
“Dana sebesar itu, selain untuk biaya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga untuk persemian renovasi masjid Al-Hidayah”, pungkasnya.
Jurnalis: H.Mansyur
Editor: Diky Prasetyo












