Endog-Endogan di Desa Kembiritan Banyuwangi, Tradisi Maulud Nabi yang Terus Dirawat Warga

- Redaktur

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, JejaringIndonesia.com – Tradisi Endog-Endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026). Tradisi yang telah dirawat masyarakat selama puluhan tersebut tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kebersamaan warga.

Konsistensi masyarakat Kembiritan dalam menjaga tradisi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Terlebih, dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan telah masuk dalam kalender agenda wisata tahunan, Banyuwangi Attractions.

“Pemkab Banyuwangi mengapresiasi Pemdes dan seluruh masyarakat Kembiritan yang gotong royong terus menjaga tradisi ini hingga 28 tahun. Kita berharap Endog-Endogan terus lestari dan tidak luntur oleh perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bupati Ipuk saat menghadiri perayaan tersebut.

Menurut Ipuk, Endog-Endogan bukan sekadar tradisi yang menghadirkan kemeriahan dan kreativitas warga. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sosial yang sejalan dengan semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Di tengah perkembangan teknologi dan kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Endog-Endogan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menunjukkan bahwa semangat guyub rukun dan gotong royong warga masih kuat. Ini yang harus terus kita rawat,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sosial sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

“Tangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan, tradisi Endog-Endogan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat selama hampir tiga dekade.

“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT/RW,” jelas Sukamto.

Seiring waktu, pelaksanaan Endog-Endogan terus berkembang. Tahun ini, sedikitnya 1.500 peserta dari 19 kelompok kreasi budaya ikut ambil bagian. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan, yayasan, hingga kelompok-kelompok masyarakat.

“Sekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,” ujarnya.

Pawai Endog-Endogan dimulai pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung sekitar tiga jam hingga pukul 09.30 WIB.

Tradisi Endog-Endogan sendiri menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya masyarakat Banyuwangi yang terus didorong untuk tumbuh dan diwariskan lintas generasi. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru