DUMAI, Jejaringindonesia.com — Gejolak di area operasional PT Inti Benua Perkasatama (IBP), Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai kian memanas. Aksi petugas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dumai yang secara lantang menyuarakan isu keberlangsungan hidup Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) justru memicu kecurigaan besar dari masyarakat setempat, yang menduga adanya aksi sabotase terencana di lapangan.
Warga Sungai Sembilan mengindikasikan bahwa narasi pembelaan nasib TKBM yang diusung oknum petugas BUMD diduga kuat hanya menjadi kedok atau penyamaran belaka. Tujuan utamanya ditengarai adalah untuk memicu kekacauan agar BUMD dapat mengambil alih pengelolaan lahan parkir dan kantong parkir truk industri di area PT IBP Dumai, Rabu (12/08/2026).
Kecurigaan masyarakat kian menguat setelah terjadi serangkaian gangguan operasional mendadak pada alur masuk dan penataan parkir kendaraan logistik di sekitar PT IBP. Hambatan teknis, penumpukan armada yang tak wajar, hingga pemblokiran jalur secara perlahan dinilai sebagai bentuk sabotase yang disengaja oleh pihak BUMD demi menciptakan kesan bahwa pengelolaan parkir saat ini gagal.
”Kami menyuarakan kesejahteraan TKBM itu hal penting, tetapi jangan jadikan nasib buruh sebagai alat politik dan bisnis. Kami dari masyarakat Sungai Sembilan melihat ada indikasi kuat sabotase lapangan dari oknum BUMD. Mereka sengaja bikin macet dan semrawut supaya ada alasan untuk merebut dan menguasai kantong parkir PT IBP,” tegas Syahrul, salah satu perwakilan warga Sungai Sembilan di lokasi.
Di sisi lain, perwakilan BUMD Dumai dalam orasinya tetap membantah tuduhan tersebut dan menuntut agar alokasi pengelolaan area parkir serta keterlibatan TKBM lokal diserahkan penuh kepada pihak daerah demi alasan penataan dan retribusi.
Aksi kami murni untuk memperjuangkan nasib TKBM dan memastikan tata kelola kawasan ini berjalan adil bagi BUMD dan masyarakat,” ujar salah satu petugas BUMD di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar PT IBP Dumai masih diselimuti ketegangan tinggi namun belum mengarah pada bentrokan fisik. Aparat kepolisian dari Polres Dumai dan Polsek Sungai Sembilan telah memperketat penjagaan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi letupan konflik terbuka, sembari memantau dugaan sabotase yang mulai meresahkan warga sekitar.
Jurnalis: Edo Risky
Editor: Diky Prasetyo












