Rembuk Tani di Banyuwangi, Menko Zulhas: Distribusi Pupuk dan Harga Gabah Terjaga

- Redaktur

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, JEJARING INDONESIA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bertemu dengan ratusan petani Banyuwangi dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Karangbendo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026). Dalam acara tersebut, Menko Zulhas memastikan stok pupuk tersedia dan harga gabah tetap di level aman agar kesejahteraan petani terjaga.

“Saya diminta Presiden untuk mengecek harga gabah. Tadi (di Banyuwangi) harga gabah bagus di atas Rp6.500. Saya juga diminta ngecek pupuk, alhamdulillah pupuk lancar, dan dapat diskon harga 20 persen. Begitupun dengan irigasi, irigasinya bagus. Wajar kalau nilai tukar petani naik,” ujarnya. Zulhas turut didampingi Wakil Bipati Banyuwangi, Mujiono.

Presiden Prabowo sebelumnya menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen sejak tahun lalu. Pupuk jenis urea yang semula Rp112.500 per sak menjadi Rp90.000. Pupuk NPK juga turun dari Rp115.000 per sak menjadi Rp92.000.

“Saya cek penyalurannya juga tidak kurang-kurang. Berarti sudah benar. Berarti programnya berhasil,” kata Zulhas.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menambahkan, realisasi penebusan pupuk subsidi di Jawa Timur cukup tinggi, saat ini telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi sekitar 2 juta ton.

“Banyuwangi juga termasuk di dalamnya, itu penyerapannya sudah 50 persen. Ini menunjukkan bahwa kelancaran penyaluran, kemudian juga daya beli petani cukup baik. Sehingga kita doakan semoga hasil panen tahun ini jauh meningkat untuk seluruh tanaman pangan, holtikultura dan juga perkebunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan bersama Dirut Petrokimia Gresik menyerahkan bantuan dua ton pupuk nonsubsidi kepada Kelompok Tani Sumber Urip Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.

Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, bersyukur karena program pemerintah menguntungkan bagi petani. Ia mengaku kondisi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Petani sudah tidak lagi mengalami kelangkaan pupuk.

“Sekarang ini nggak ada istilah kelangkaan pupuk, nggak ada keluhan dari petani. Jadi petani butuh, pupuk tersedia,” kata Sayidi.

Ia juga menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini baik dan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp6.500. Bahkan ada yang menyantuh di Rp7 ribu per kilogramnya.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat petani lebih tenang dalam menjalani musim tanam dan panen. “Alhamdulillah, terimakasih Bapak Presiden. Pupuk tidak ada kendala, pupuk banyak dan harganya turun. Harga gabah juga bagus,” ungkapnya.

Sementara bantuan dua ton pupuk nonsubsidi yang diberikan rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota kelompok untuk mendukung kebutuhan pemupukan.

Sebelumnya, Zulhas hadir di Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng. Sarasehan tersebut dihadiri para pengasuh Ponpes, tokoh agama dan tokoh masyarakat, hingga santri.

“Pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk di sektor pangan,” kata Zulhas.

Jurnalis: Boby Try
Editor: Diky Prasetyo

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru