Mulyorejo Jadi Lokus Gerakan Tanam Padi Serentak Jawa Timur di Kota Malang

- Redaktur

Selasa, 21 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG KOTA, JEJARING INDONESIA – Lahan persawahan di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, terpilih menjadi titik pusat (lokus) pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak (GTS) komoditi padi se-Jawa Timur untuk wilayah Kota Malang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, meninjau langsung lokasi tersebut bersama PPL Kementerian Pertanian dan personel Satker pada Selasa (21/04/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan seluas kurang lebih 10 hektar yang akan memulai masa tanam pada minggu ini.

Slamet menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Fokus utamanya adalah meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani.

“Tujuannya adalah menambah masa tanam atau injek pertanaman. Yang semula hanya satu kali tanam setahun, didorong menjadi dua kali, bahkan bisa mencapai 2,5 hingga 3 kali tanam dalam setahun,” terang Slamet.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional menuju swasembada pangan, khususnya komoditi beras di Jawa Timur dan Kota Malang.

Slamet menambahkan, saat ini kondisi petani cukup terbantu dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang mencapai Rp 6.500 per kilogram, sesuai batas acuan pemerintah. Selain itu, ketersediaan pupuk subsidi di Kota Malang dipastikan dalam kondisi aman.

Pemilihan Mulyorejo sebagai pusat gerakan kali ini didasarkan pada siklus tanam yang tepat. Sementara wilayah lain seperti Kecamatan Kedungkandang, Blimbing, dan Lowokwaru rata-rata sudah memasuki usia tanam 30 hari.

“Kebetulan minggu ini yang ada giat tanam padi di Kelurahan Mulyorejo. Perbedaan waktu tanam antarwilayah ini lumrah terjadi agar petani bisa berbagi tenaga kerja untuk olah tanah maupun saat panen nanti,” tambahnya.

Berdasarkan data Dispangtan, Kecamatan Sukun memiliki total lahan baku sawah seluas 141 hektar.

Sebaran lahan tersebut meliputi Mulyorejo (40 ha), Bakal Krajan (44 ha), Bandulan (10 ha), Bandungrejosari (13 ha), Kebonsari (24 ha), dan Gadang (10 ha). Varietas yang mendominasi adalah Inpari 32 dan Cibogo, yang dinilai kuat untuk mengantisipasi musim kemarau.

Meski bersiap menghadapi kemarau, Slamet menyebutkan bahwa menurut prakiraan BMKG, wilayah Jawa Timur masih akan diguyur hujan hingga akhir April. Sebagai informasi tambahan, Kecamatan Kedungkandang tetap menjadi penyumbang lahan sawah terluas di Kota Malang dengan total luas mencapai kurang lebih 400 hektar. (Ria)

Berita Terkait

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat
Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi
Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar
Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah
Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk
Polsek Muncar Gelar Patroli Blue Light, Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas Malam Hari
Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Silaturahmi Erat, KKSSI Dumai Barat Perkuat Sinergi Bersama Camat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Janji Wali Kota Dumai Direalisasikan, Relawan P3 Akhirnya Dapat Penanganan Dokter Gigi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Soal Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi yang Diolah jadi Biogas, Satreskrim Polres Masih Tunggu Hasil Sampel Keluar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Golkar Tulungagung Sambut Positif Pelantikan M. Sarmuji Jadi Menperin: Sangat Layak dan Paham Akar Masalah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Maling Gas Melon Beraksi di Sumberayu Muncar, Terekam CCTV Sebelum Gondol Tabung dan Perangkat CCTV – Polisi: Belum Ada Laporan Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Maling Bobol Warung di Sumberayu Muncar, Polisi Sebut Belum Ada Laporan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Panjatkan Doa dan Suarakan Keadilan di Balai Kota

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kronologi Toko Ogan Terbakar di Kota Malang, Seorang Pria Sempat Terjebak di Dalam Bangunan

Berita Terbaru