Muswil PII di Malang, Emil Dardak Tekankan Profesionalisme Insinyur
KOTA MALANG, JEJARING INDONESIA — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya profesionalisme dan sertifikasi profesi bagi para insinyur di Jawa Timur dalam sesi doorstop usai menghadiri Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur di Alana Hotel Kota Malang.
Emil menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan PII Jawa Timur periode 2023–2026 yang dinilai telah menjalankan tugas organisasi dengan baik. Ia juga menilai pembangunan Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia, khususnya para insinyur.
“Kalau kita ingin mewujudkan Jawa Timur sebagai kebanggaan Nusantara, maka keunggulan SDM tidak bisa lepas dari keunggulan insinyurnya,” ujar Emil, kepada awak media, Minggu (10/5/2025).
Menurutnya, profesionalisme insinyur harus dimulai dari keteladanan pemerintah dalam memastikan setiap pekerjaan teknis dijalankan oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan jenjang profesi yang jelas.
Emil menilai seorang insinyur tidak cukup hanya memiliki ijazah sarjana teknik, melainkan juga harus terus meningkatkan kapasitas melalui pengembangan profesi berkelanjutan atau continuous professional development.
“Teknologi terus berkembang. Ilmu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus selalu dikalibrasi mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Dalam sesi doorstop tersebut, Emil juga menyoroti pentingnya sertifikasi profesi insinyur di berbagai bidang, tidak hanya teknik sipil, tetapi juga mechanical, electrical, hingga control system engineering yang berkaitan dengan keselamatan transportasi dan infrastruktur publik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII Pusat Teguh Haryono menyebut saat ini PII memiliki 27 bidang keahlian yang saling terhubung dalam pembangunan.
Menurutnya, sertifikasi insinyur menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan keteknikan di Indonesia.
“Sudah banyak kejadian setelah dilakukan investigasi ternyata ditangani insinyur yang belum bersertifikat. Ini menjadi perhatian kami,” ungkap Teguh.
Ia menambahkan, Jawa Timur menjadi salah satu tolok ukur perkembangan profesi insinyur nasional karena memiliki jumlah anggota PII terbesar di Indonesia.
Di sisi lain, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang juga Ketua PII Kabupaten Malang menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Malang untuk berkolaborasi dengan PII dalam mencari solusi berbagai persoalan perkotaan.
“Permasalahan perkotaan tentu membutuhkan solusi bersama. Kolaborasi dengan PII diharapkan mampu melahirkan berbagai solusi strategis,” katanya.
PII Jawa Timur sendiri disebut telah terbentuk di 38 kabupaten/kota.
Namun, organisasi tersebut masih terus mendorong sosialisasi profesi keinsinyuran kepada kepala daerah dan aparatur pemerintah agar semakin banyak tenaga teknis mengikuti jenjang profesi insinyur.
Jurnalis: Hafid
Editor: Diky Prasetyo





