{"id":5298,"date":"2026-09-30T12:59:19","date_gmt":"2026-09-30T12:59:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=5298"},"modified":"2026-09-30T12:59:19","modified_gmt":"2026-09-30T12:59:19","slug":"modal-dagang-berubah-jadi-dapin-korban-klaim-rugi-ratusan-juta-dan-laporkan-spg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=5298","title":{"rendered":"Modal Dagang Berubah Jadi \u201cDapin\u201d, Korban Klaim Rugi Ratusan Juta dan Laporkan SPG"},"content":{"rendered":"<p><em>Surat tanda terima pengaduan DS di Polsek Blimbing terkait dugaan penipuan dan\/atau penggelapan. (Foto : istimewa)<\/em><\/p>\n<p><strong>KOTA MALANG, Jejaringindonesia.com \u2014<\/strong> Berawal dari tawaran perdagangan barang, hubungan bisnis seorang warga Kota Malang dengan Sales Promotion Girl (SPG) berinisial LDA (29) berkembang menjadi skema perputaran modal yang disebut \u201cDapin\u201d atau Dana Pinjaman.<\/p>\n<p>Warga berinisial DS (38) itu tengah melaporkan LDA ke kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan, dengan nilai kerugian yang diklaim mencapai hampir Rp150 juta.<\/p>\n<p>DS mengaku awalnya memberikan modal karena terdorong keinginan membantu LDA yang saat itu mengaku sebagai orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga.<\/p>\n<p>Namun, menurut DS, modal yang diberikan secara bertahap tidak kunjung kembali, sementara transaksi kemudian berkembang dari perdagangan produk konsumsi hingga skema pinjaman dengan iming-iming imbal hasil.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya niat saya murni hanya ingin membantu dia karena alasan kemanusiaan, tetapi ternyata modal saya malah habis tak berbekas,\u201d ungkap DS, Rabu (28\/9\/2026).<\/p>\n<p>Kasus tersebut, lanjutnya, bermula sekitar akhir 2024 saat LDA yang bekerja sebagai SPG salah satu produk racun serangga datang ke kantornya. LDA menawarkan barang secara grosir dengan harga yang disebut lebih rendah dibandingkan harga pasaran.<\/p>\n<p>DS sempat mempertanyakan alasan dirinya harus membeli barang dalam jumlah banyak karena tidak memiliki usaha sebagai sales. Namun, LDA disebut meyakinkan DS bahwa barang tersebut nantinya akan dibantu untuk dipasarkan.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu saya bilang, buat apa saya beli banyak karena saya bukan sales. Namun, dia meyakinkan, \u2018nggak apa-apa Bang, nanti saya yang bantu jualkan\u2019. Makanya saya tergerak membantu,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Dari transaksi awal tersebut, perputaran modal kemudian disebut meluas ke sejumlah produk konsumsi lain, antara lain roti dan teh kemasan. Nilai transaksi pun disebut terus bertambah hingga jutaan rupiah.<\/p>\n<p>Namun, DS mengaku tidak pernah menerima kembali modal maupun keuntungan sebagaimana yang diharapkannya. Menurut dia, LDA beberapa kali menyampaikan alasan bahwa uang tersebut masih digunakan untuk operasional dan membayar sejumlah utang.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kali saya mempertanyakan modal usaha yang disetorkan, wujud hasil yang diiming-imingi tidak pernah saya nikmati satu rupiah pun,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>DS juga menyebut LDA sempat mengatakan uang tersebut digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk menebus perhiasan anaknya di Pegadaian. Di sisi lain, LDA disebut kembali menawarkan perputaran modal untuk transaksi berikutnya hingga rencana membuka usaha katering.<\/p>\n<p>\u201cLDA selalu beralasan modal diputar lagi untuk barang berikutnya, bahkan sempat mengiming-imingi mau membuka usaha katering,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Belakangan, menurut DS, pola transaksi berkembang menjadi skema yang disebut dari Dana Pinjaman (Dapin). DS mengaku ditawari memberikan pinjaman dengan iming-iming imbal hasil tinggi hingga dua kali lipat.<\/p>\n<p>\u201cDapin ini dia kelola sendiri dan katanya disalurkan sampai ke 15 orang. Namun, jangankan pembukuan atau keuntungan, modal pinjaman yang saya berikan pun tidak pernah kembali,\u201d tegas DS.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan transaksi yang ditunjukkan DS, nilai yang dapat ditelusuri melalui bukti transfer bank mencapai sekitar Rp50 juta. Sementara penyerahan uang secara tunai diperkirakan sekitar Rp100 juta.<\/p>\n<p>DS mengatakan pemberian modal dilakukan secara bertahap. Namun, ketika dirinya mulai meminta kepastian mengenai pengembalian uang tersebut, LDA disebut terus memberikan janji akan mengembalikannya.<\/p>\n<p>Hingga laporan dibuat, DS mengaku uang tersebut belum dikembalikan. Dalam beberapa bulan terakhir, komunikasi dengan LDA juga disebut semakin sulit dilakukan, baik melalui telepon maupun WhatsApp. (Ahs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surat tanda terima pengaduan DS di Polsek Blimbing terkait dugaan penipuan dan\/atau penggelapan. (Foto : istimewa) KOTA MALANG, Jejaringindonesia.com \u2014 Berawal dari tawaran perdagangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5299,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,42,47],"tags":[117,115,113,102,116,114,118],"class_list":["post-5298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kepolisian","category-kriminal","tag-dapin","tag-ds","tag-hukum-dan-kriminal","tag-kota-malang","tag-ldp","tag-lp","tag-spg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5300,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5298\/revisions\/5300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}