{"id":5100,"date":"2026-09-23T10:43:35","date_gmt":"2026-09-23T10:43:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=5100"},"modified":"2026-09-23T10:43:35","modified_gmt":"2026-09-23T10:43:35","slug":"pembatasan-ketinggian-portal-4-meter-di-rel-layang-ketapang-hambat-lintas-truk-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=5100","title":{"rendered":"Pembatasan Ketinggian Portal 4 Meter di Rel Layang Ketapang Hambat Lintas Truk Besar"},"content":{"rendered":"<p><em>Portal pembatas setinggi 4 meter dipasang kembali di Jalur Lingkar Desa Ketapang, Banyuwangi, membatasi truk bertonase besar melintas. (Foto: Boby\/JI)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com \u2013<\/strong> Jalur alternatif di bawah rel layang kereta api di Jalan Lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi kembali dibatasi dengan portal setinggi maksimal 4 meter pada Rabu, 23\/9\/2026.<\/p>\n<p>Pembatas tersebut membuat truk berukuran besar tidak bisa melintas, sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kini menyiapkan solusi agar jalur pengurai kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang tetap berfungsi.<\/p>\n<p>Portal jerakah besi itu dipasang di bawah lintasan rel layang yang melintas di ruas jalan kabupaten. Langkah ini diambil, guna mencegah kendaraan overdimensi menabrak struktur rel dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api.<\/p>\n<p>Akibat pembatasan tersebut, armada truk jumbo yang tingginya melebihi 4 meter harus mencari jalur lain.<\/p>\n<p>Kondisi ini dikhawatirkan menambah beban lalu lintas di jalur utama Banyuwangi Utara, terutama saat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang kembali padat.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira menyebut pemasangan portal dilakukan PT KAI.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelumnya, pembatas itu sempat dilepas sehingga kendaraan bertinggi besar bisa melintas, namun kini dipasang kembali,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menurut Komang, pemkab sedang membahas solusi teknis bersama pihak terkait. Salah satu opsi yang dikaji adalah menurunkan badan jalan di bawah kolong lintasan rel agar ruang bebas vertikal bertambah dan kendaraan di atas 4 meter bisa kembali lewat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Camat Kalipuro M. Nuril Falah menuturkan opsi penurunan badan jalan sudah dibahas bersama General Manager ASDP Ketapang. Pemkab berharap pengerjaan fisik dapat dibiayai ASDP agar pelaksanaan di lapangan lebih cepat.<\/p>\n<p>Jika dukungan dari ASDP tidak memungkinkan, pemerintah daerah menyiapkan alternatif lain dengan berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kemungkinan pemanfaatan dana taktis provinsi.<\/p>\n<p>Jalur Lingkar Desa Ketapang sendiri menjadi akses penting untuk membagi arus kendaraan saat kawasan pelabuhan mengalami kepadatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jurnalis: Boby Tri Setya<\/p>\n<p>Editor: Hafid<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Portal pembatas setinggi 4 meter dipasang kembali di Jalur Lingkar Desa Ketapang, Banyuwangi, membatasi truk bertonase besar melintas. (Foto: Boby\/JI) &nbsp; BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com \u2013&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5101,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,81],"tags":[98,96,97,99],"class_list":["post-5100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","tag-asdp","tag-banyuwangi","tag-dishub","tag-ketapang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5102,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5100\/revisions\/5102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}