{"id":4526,"date":"2026-09-06T06:05:52","date_gmt":"2026-09-06T06:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4526"},"modified":"2026-09-06T06:05:52","modified_gmt":"2026-09-06T06:05:52","slug":"tambang-emas-ilegal-di-bukit-genderuwo-longsor-1-penambang-tewas-tertimbun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4526","title":{"rendered":"Tambang Emas Ilegal di Bukit Genderuwo Longsor, 1 Penambang Tewas Tertimbun"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com<\/em> <\/strong>\u2014 Seorang penambang emas ilegal meninggal dunia usai tertimbun tanah saat melakukan aktivitas penggalian lubang di kawasan Bukit Genderuwo, Banyuwangi.<\/p>\n<p>Peristiwa terjadi di lokasi Petak 74M, wilayah RPH Pulau Merah, BKPH Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Secara administrasi area tersebut masuk Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n<p>Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Lubang tambang emas ilegal yang tengah beroperasi tiba-tiba mengalami longsor. Runtuhan material tanah menyebabkan 4 orang penambang langsung terperosok ke dalam lubang.<\/p>\n<p>3 dari 4 penambang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka bisa keluar karena posisi terperosoknya tidak terlalu dalam, yakni berkisar di kedalaman<br \/>\n10 meter.<\/p>\n<p>Namun satu korban tidak dapat diselamatkan. Kepala Desa Sumbermulyo, Suhardi membenarkan jika korban merupakan warganya.<\/p>\n<p>Korban diketahui bernama Sugiarto (50) alias Pak Kancil, warga Dusun Mulyoasri, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Perhutani terkait penanganan dan penindakan aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut, Minggu 6 September 2026.<\/p>\n<p>Jurnalis: Boby Try<br \/>\nEditor: Diky Prasetyo<br \/>\nSumber: Perangkat Desa Sumbermulyo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com \u2014 Seorang penambang emas ilegal meninggal dunia usai tertimbun tanah saat melakukan aktivitas penggalian lubang di kawasan Bukit Genderuwo, Banyuwangi. Peristiwa terjadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4527,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,66],"tags":[],"class_list":["post-4526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-musibah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4528,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4526\/revisions\/4528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}