{"id":4294,"date":"2026-08-30T08:22:16","date_gmt":"2026-08-30T08:22:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4294"},"modified":"2026-08-30T08:24:15","modified_gmt":"2026-08-30T08:24:15","slug":"4294","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4294","title":{"rendered":"Komisi III DPR RI: Soroti Penaganan  Kasus Hukum dan Penguatan Sistem Peradilan"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>JAKARTA, Jejaringindonesia.com<\/em><\/strong> \u2014 Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding, mengusulkan agar masa berlaku SIM, STNK, dan TNKB tidak perlu diperpanjang berkala seperti saat ini.<\/p>\n<p>Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI dengan Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Sudding menilai mekanisme perpanjangan dokumen kendaraan saat ini masih membebani masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya pernah usulkan agar perpanjangan SIM, STNK, TNKB ini cukup sekali saja seumur hidup. Seperti KTP. Supaya tidak membebani masyarakat,&#8221; ujar Sudding.<\/p>\n<p>Menurutnya, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk mengurus perpanjangan secara berkala cukup besar, padahal penerimaan negara bukan pajak atau PNBP dari perpanjangan tersebut tidak terlalu besar.<\/p>\n<p>Usulan Sarifuddin Sudding, berlaku seumur hidup SIM, STNK, dan TNKB cukup diurus sekali, kemudian berlaku selamanya seperti KTP.<\/p>\n<p>Pelanggaran lalu lintas tidak lagi melalui perpanjangan. Cukup dengan sistem &#8220;bolong&#8221; 3 kali. Jika mencapai 3 kali, pemilik SIM dikenai sanksi tidak bisa memperoleh SIM selama beberapa tahun.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.<\/p>\n<p>Perlu dicatat, usulan ini masih dalam tahap wacana dan belum menjadi kebijakan resmi dari pemerintah.<\/p>\n<p><strong><em>Jurnalis: Boby Try<\/em><\/strong><br \/>\n<strong><em>Editor: Diky Prasetyo<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Jejaringindonesia.com \u2014 Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding, mengusulkan agar masa berlaku SIM, STNK, dan TNKB tidak perlu diperpanjang berkala&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4295,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,90],"tags":[],"class_list":["post-4294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dpr-ri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4294"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4297,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4294\/revisions\/4297"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}