{"id":4257,"date":"2026-08-29T12:07:51","date_gmt":"2026-08-29T12:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4257"},"modified":"2026-08-29T12:12:39","modified_gmt":"2026-08-29T12:12:39","slug":"spektakuler-sengguruh-2026-menggelegar-ribuan-warga-tumpah-rayakan-hut-ke-81-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=4257","title":{"rendered":"Spektakuler Sengguruh 2026 Menggelegar, Ribuan Warga Tumpah Rayakan HUT ke-81 RI"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>MALANG, Jejaringindonesia.com<\/em><\/strong> \u2013 Ribuan masyarakat memadati Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (29\/8\/2026). Mereka tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Spektakuler Sengguruh 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cBersatu, Desa Maju!\u201d, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan karnaval, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, seni, budaya, serta semangat kebersamaan.<\/p>\n<p>Kepala Desa Sengguruh H. Jamburi mengatakan, Spektakuler Sengguruh merupakan kegiatan yang terus dikembangkan dari tahun ke tahun. Panitia, kata dia, berupaya menghadirkan konsep yang semakin menarik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.<\/p>\n<p class=\"foto-utama\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Screenshot_20260829-184214.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" \/>&#8220;Terkait kegiatan Spektakuler Sengguruh, panitia mencoba menerapkan teknologi terkini secara bertahap setiap tahunnya,&#8221; ujar Jamburi.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengembangan kegiatan tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk mengejar kemeriahan. Lebih dari itu, pihak desa ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkumpul, berkreasi dan membangun kebersamaan.<\/p>\n<p>&#8220;Melihat antusiasme masyarakat Sengguruh yang luar biasa, kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh, berkembang, serta diterima oleh masyarakat luas,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Rangkaian Spektakuler Sengguruh 2026 dimulai sejak Kamis (27\/8\/2026) melalui agenda Gala Dinner. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan check sound pada Jumat (28\/8\/2026), sebelum memasuki puncak acara berupa karnaval pada Sabtu (29\/8\/2026).<\/p>\n<p>Karnaval dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga malam. Puluhan kelompok peserta dari berbagai unsur masyarakat ikut ambil bagian.<\/p>\n<p>Sedikitnya terdapat 10 dusun, 23 RT, 3 RW, lembaga pendidikan dan berbagai elemen masyarakat yang terlibat. Mereka membawa konsep serta kreativitas masing-masing untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.<\/p>\n<p>Beragam pakaian adat Nusantara juga menghiasi jalannya karnaval. Mulai dari pakaian adat Madura, Dayak, Jawa, Malangan hingga Betawi ditampilkan peserta.<\/p>\n<p>Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan siswa-siswi MI Bilingual Al-Ikhlas dengan konsep \u201cSekolah Berbasis Alam dan Inklusi\u201d. Pesan mengenai pendidikan ramah lingkungan dan inklusif dikemas melalui penampilan yang kreatif dan menghibur.<\/p>\n<p>Sementara itu, SMP Negeri 5 Kepanjen membawa tema \u201cMerawat Jati Diri Bangsa: Kolaborasi dan Kreativitas Warga\u201d.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya,&#8221; tegas Jamburi.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan agar kemeriahan kegiatan tetap diimbangi dengan ketertiban.<br \/>\n&#8220;Kemeriahan tentu kita harapkan, tetapi ketertiban dan keamanan juga menjadi hal yang harus kita jaga bersama,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Antusiasme terhadap Spektakuler Sengguruh 2026_ tidak hanya datang dari warga setempat. Sepanjang jalur karnaval, masyarakat memadati sejumlah titik. Menariknya, penonton juga datang dari luar Kabupaten Malang, bahkan dari Denpasar, Bali, hingga Kalimantan.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi tersendiri bagi Desa Sengguruh untuk semakin dikenal melalui kegiatan seni, budaya dan kreativitas masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Harapannya kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah,&#8221; jelas Jamburi.<br \/>\n&#8220;Ketika banyak orang datang, tentu ada pergerakan ekonomi yang bisa dirasakan oleh warga,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Usai karnaval, kemeriahan berlanjut pada malam hari. Sebanyak 18 sound horeg turut ambil bagian termasuk Brewok Audio yang cukup dikenal di kalangan penggemar sound horeg Malang.<\/p>\n<p>Jamburi mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tanggal 27 sampai 29 Agustus sudah dikoordinasikan dengan Bupati Malang maupun pihak Polres.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Jamburi berharap Spektakuler Sengguruh tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.<\/p>\n<p>&#8220;Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini bisa membangun harmoni masyarakat, agama dan budaya dalam satu tekad untuk mewujudkan Sengguruh yang hebat,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Spektakuler Sengguruh 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar parade. Perpaduan karnaval, seni, budaya, pendidikan, kreativitas warga dan hiburan malam memperlihatkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.<\/p>\n<p><strong><em>Jurnalis: Diky Prasetyo<\/em><\/strong><br \/>\n<strong><em>Editor: Redaksi<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG, Jejaringindonesia.com \u2013 Ribuan masyarakat memadati Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (29\/8\/2026). Mereka tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Spektakuler Sengguruh 2026 dalam rangka&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4263,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,80,46],"tags":[],"class_list":["post-4257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4257"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4264,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4257\/revisions\/4264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}