{"id":3691,"date":"2026-08-13T04:34:32","date_gmt":"2026-08-13T04:34:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=3691"},"modified":"2026-08-13T04:34:32","modified_gmt":"2026-08-13T04:34:32","slug":"ayo-tertib-manajemen-kas-melalui-sigap-bpkad-banyuwangi-kuatkan-akuntabilitas-pengelolaan-dana-apbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=3691","title":{"rendered":"Ayo Tertib Manajemen Kas: Melalui Sigap, Bpkad Banyuwangi Kuatkan Akuntabilitas Pengelolaan Dana APBD"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com &#8211;<\/em><\/strong> Kompleksitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut tata kelola yang semakin tertib dan akuntabel. Menjawab tantangan itu, BPKAD Kabupaten Banyuwangi meluncurkan inovasi &#8220;SIGAP&#8221; &#8211; Sistem Integrasi Pendapatan Dan Belanja Terikat.<\/p>\n<p>Inovasi strategis ini digagas oleh Henry Januar Bayuangga, Kabid Anggaran BPKAD Banyuwangi, sebagai bentuk aksi perubahan dalam mewujudkan keuangan daerah yang transparan dan terkendali.<\/p>\n<p>Saat ini Pemkab Banyuwangi mengelola beragam sumber pendapatan dengan ketentuan berbeda-beda. Ada DAK, DBH, Dana Insentif Fiskal, hibah, Bantuan Keuangan, hingga pendapatan lain yang bersifat mengikat dan wajib dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya.<\/p>\n<p>Tanpa sistem pencatatan yang terintegrasi, pemantauan penggunaan dana-dana tersebut menjadi sulit. Posisi kas per sumber dana tidak terpantau secara real time, proses rekonsiliasi terhambat, dan risiko ketidaksesuaian penggunaan pun meningkat.<\/p>\n<p>&#8220;Kelemahan pengendalian internal sering terjadi karena belum adanya mekanisme _tagging_ sumber dana yang menyeluruh. Padahal akurasi data ini penting untuk akuntabilitas,&#8221; ujar Henry Januar Bayuangga.<\/p>\n<p>SIGAP hadir sebagai solusi. Sistem ini mengintegrasikan mekanisme _tagging_ sumber dana di setiap tahapan pengelolaan keuangan mulai dari Penganggaran, Penatausahaan, Pencairan, hingga Pelaporan.<\/p>\n<p>Dengan SIGAP, BPKAD menargetkan 4 hal utama: Tertib Administrasi Kas. Memastikan setiap rupiah tercatat sesuai sumbernya.<\/p>\n<p>Pengendalian Internal Kuat Meminimalisir kekeliruan penggunaan dana.<\/p>\n<p>Kesesuaian Peruntukan: Menjamin dana digunakan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Transparansi &amp; Akuntabilitas Laporan keuangan lebih akurat dan dapat di pertanggung jawab kan.<\/p>\n<p>SIGAP bukan hanya soal teknologi. Ini adalah perubahan menyeluruh: dari perbaikan proses bisnis, penguatan kapasitas SDM, hingga penanaman budaya kerja terintegrasi di lingkungan pengelolaan keuangan.<\/p>\n<p>&#8220;Pengendalian defisit APBD bukan hal sepele. Ini menyangkut stabilitas fiskal daerah, kelancaran pembangunan, dan keberlanjutan keuangan ke depan,&#8221; tegas Henry.<\/p>\n<p>Melalui SIGAP, Banyuwangi membuktikan komitmennya pada _good governance_. Inovasi ini adalah bukti nyata langkah menuju Banyuwangi yang Tertib Administrasi dan Akuntabel.<br \/>\nBanyuwangi, 13 Agustus 2026.<\/p>\n<p><strong><em>Jurnalis: Boby Try<\/em><\/strong><br \/>\n<strong><em>Editor: Diky Prasetyo<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI, Jejaringindonesia.com &#8211; Kompleksitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut tata kelola yang semakin tertib dan akuntabel. Menjawab tantangan itu, BPKAD Kabupaten&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3692,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,46],"tags":[],"class_list":["post-3691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3691"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3691\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3693,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3691\/revisions\/3693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}