{"id":2795,"date":"2026-07-13T11:08:18","date_gmt":"2026-07-13T11:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=2795"},"modified":"2026-07-13T11:08:18","modified_gmt":"2026-07-13T11:08:18","slug":"bersih-desa-sonowangi-ampelgading-kades-perangkat-dan-sesepuh-desa-ziarah-ke-punden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=2795","title":{"rendered":"Bersih Desa Sonowangi Ampelgading, Kades Perangkat dan Sesepuh Desa Ziarah ke Punden"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Malang, Jejaring Indonesia.com<\/strong><\/em> &#8211; Pemerintah Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang menggelar acara bersih desa sekaligus peringati hari jadi Desa Sonowangi Ke-38 Tahun Senin (13\/7\/2026).<\/p>\n<p>Salah satu rangkaian acara, Kepala Desa Sonowangi Yadiono beserta perangkat dan sesepuh desa melakukan ziarah ke beberapa punden.<\/p>\n<p>Tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau cikal bakal pendiri desa yang bertujuan untuk mendoakan arwah, mengenang jasa, serta merenungi kefanaan, dan itu juga menjadi sarana untuk melestarikan kearifan lokal dan sejarah.<\/p>\n<p>&#8220;Rangkaian acara hari ini yaitu Khomil Qur&#8217;an. Setelah itu, kami bersama perangkat dan sesepuh desa melakukan ziarah ke makam Pak Djalan di Desa Tamanasri. Mbah Djalan adalah bedah kerawang sekaligus Kades pertama Sonowangi.<\/p>\n<p>Karena, Desa Sonowangi bagian atau pecahan dari Desa Tamanasri tahun 1988 silam&#8221;, jelas Yadiono Senin (13\/7\/2026).<\/p>\n<p>Seusai melakukan ziarah ke makam Mbah Djalan, Kades Yadiono bersama rombongan juga melakukan ziarah ke tiga punden yang ada di Sonowangi. Salah satunya ke Punden Pethilasan Pengging di Dusun Sumber Buncis.<\/p>\n<p>&#8220;Konon ceritanya, pethilasan Pengging ini dulu tempat persinggahan para penyiar agama. Mereka mandi, wudhu&#8217; dan shalat disini.<\/p>\n<p>Akhirnya oleh orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan pihak kerajaan, tempat ini diberi nama Pengging, yaitu wilayah kerajaan kuno di Jawa Tengah&#8221;, ungkap Yadiono.<\/p>\n<p>Lanjut Kades yang menjabat selama hampir dua periode ini, rangkaian bersih Desa Sonowangi diawali dengan kirab santri oleh seluruh Taman Pendidikan Al-Qur&#8217;an (TPQ) yang ada di Desa Sonowangi sekaligus peringatan tanggal 1 Muharram 1448 Hijriyah.<\/p>\n<p>Kemudian dilanjutkan dengan sedekah bumi sekaligus santunan yatim piatu. Kegiatan tersebut atas kerjasama dengan Muslimat Desa Sonowangi, Kemudian kerja bakti massal di seluruh lingkungan masing-masing dusun.<\/p>\n<p>Sebelum masuk ke acara puncak yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan judul ceritera &#8220;Wahyu Ketentreman&#8221;oleh dalang ki Hadi Siswoko dari Malang, sebelum seni pertunjukan teater bayangan tradisional tampil di siang hari juga berlangsung acara ence&#8217;-ece&#8217;an secara serentak di semua dusun. Kemudian juga diselingi acara campur sari hingga sampai di acara puncak.<\/p>\n<p>&#8220;Inti dari ceriera wayang kulit ini agar kita bersama-sama selalu diberi ketentraman serta selalu bersyukur kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, terkait dengan Bersih Desa ini, semuga Desa Sonowangi kedepan dijadikan desa yang Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghofur&#8221;, Yadiono mengakhiri.<\/p>\n<p>Sementara itu, Didik Ketua Panitia Pelaksana menerangkan, untuk alokasi pendanaan acara Bersih Desa ini dari swadaya murni masyarakat.<\/p>\n<p>Dia menyebut,<br \/>\nUntuk masing-masing KK sebesar Rp 75 ribu. &#8220;Total biaya seluruhnya sebesar Rp 80 juta, selain dari swadaya masyarakat juga dari beberapa sponsor. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan rutin setiap tahun ini semakin baik, serta kekompakan masyarakat juga makin meningkat&#8221;, ujar Didik penuh harap.<\/p>\n<p><em><strong>Jurnalis: H.Mansyur.<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>Editor: Diky Prasetyo.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, Jejaring Indonesia.com &#8211; Pemerintah Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang menggelar acara bersih desa sekaligus peringati hari jadi Desa Sonowangi Ke-38 Tahun Senin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2796,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,46],"tags":[],"class_list":["post-2795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2795"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2797,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2795\/revisions\/2797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}