{"id":1523,"date":"2026-05-14T15:18:15","date_gmt":"2026-05-14T15:18:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=1523"},"modified":"2026-05-14T15:18:15","modified_gmt":"2026-05-14T15:18:15","slug":"unit-reskrim-polsek-wongsorejo-polresta-banyuwangi-berhasil-ungkap-kasus-pencurian-dengan-pelaku-residivis-kambuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/?p=1523","title":{"rendered":"Unit Reskrim Polsek Wongsorejo Polresta Banyuwangi, Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dengan Pelaku Residivis Kambuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banyuwangi, Jejaring Indonesia<\/strong> &#8211; Pelarian Erik Setiawan, seorang residivis yang kerap keluar masuk penjara, akhirnya berakhir di tangan kepolisian.<\/p>\n<p>Tersangka diringkus setelah melakukan aksi pencurian sepeda motor di SPBU Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Aksi pencurian ini bermula pada Rabu, 5 November 2025, sekitar pukul 10:00 WIB. Tersangka Erik datang ke SPBU Alasrejo menggunakan sepeda motor Honda Supra.<\/p>\n<p>Di sana, Ia duduk di gazebo dan berbincang dengan korban, Muhammad David Laili.<\/p>\n<p>Dalam obrolan tersebut, tersangka sempat berusaha meminjam motor Honda Vario 125 bernomor polisi P 2743 WF milik korban, namun ditolak.<\/p>\n<p>Tak hilang akal, tersangka memanfaatkan kelengahan korban yang pergi ke kamar mandi dan meninggalkan kunci motor masih tergantung atau menempel.<\/p>\n<p>Tersangka langsung membawa kabur motor tersebut beserta satu unit handphone Infinix Smart 8 yang berada di dasbor sepeda motor ke arah Situbondo.<\/p>\n<p>Menariknya, motor Honda Supra yang dibawa tersangka justru ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian sebagai tukar guling.<\/p>\n<p>Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta.<\/p>\n<p>Setelah buron selama beberapa bulan, titik terang muncul pada Rabu, 13 Mei 2026.<\/p>\n<p>Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Aipda Oktorio Wisnu Pradana, menerima informasi dari Polsek Situbondo Kota yang tengah mengamankan seorang pelaku pencurian kotak amal di salah satu pondok pesantren.<\/p>\n<p>Saat diinterogasi mengenai kelengkapan dokumen motor Honda Vario yang dibawanya, tersangka tidak dapat menunjukkannya dan mengakui bahwa motor tersebut adalah hasil curian di wilayah Wongsorejo.<\/p>\n<p>&#8220;Tim Unit Reskrim Polsek Wongsorejo segera meluncur ke Polsek Situbondo Kota untuk memastikan barang bukti dan melakukan interogasi mendalam. Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya,&#8221; ujar Aipda Oktorio Wisnu Pradana.<\/p>\n<p>Fakta mengejutkan lainnya terungkap bahwa motor Honda Supra X yang ditinggalkan tersangka di SPBU Alasrejo tahun lalu ternyata juga merupakan motor hasil curian di wilayah hukum Polres Jember.<\/p>\n<p>Berdasarkan data kepolisian, Erik Setiawan merupakan pelaku kriminalitas lintas wilayah dengan rekam jejak yang panjang sejak tahun 2013:<\/p>\n<p>1. 2013: Pencurian motor (Lapas Bondowoso &#8211; 2 tahun).<\/p>\n<p>2. 2016: Penipuan motor (Lapas Situbondo &#8211; 10 bulan).<\/p>\n<p>3. 2017: Pencurian kotak amal (Lapas Bondowoso &#8211; 1 tahun 2 bulan).<\/p>\n<p>4. 2018: Kasus peredaran obat farmasi ilegal (Lapas Bondowoso &#8211; 1 tahun).<\/p>\n<p>5. 2020: Pencurian berlanjut (Lapas Situbondo &#8211; 1 tahun 6 bulan).<\/p>\n<p>6. 2022: Pencurian berlanjut (Lapas Bondowoso &#8211; 2 tahun) dan pencurian ringan kotak amal (denda Rp 200 ribu).<\/p>\n<p>Kini, tersangka beserta barang bukti sepeda motor Vario dan handphone milik korban telah diamankan di Polsek Wongsorejo untuk proses hukum lebih lanjut.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP (terkait pencurian) atau Pasal 476 KUHP (sesuai arahan penyidik) dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(Boby Try)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyuwangi, Jejaring Indonesia &#8211; Pelarian Erik Setiawan, seorang residivis yang kerap keluar masuk penjara, akhirnya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1524,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,42,47],"tags":[],"class_list":["post-1523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kepolisian","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1525,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523\/revisions\/1525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jejaringindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}